Hari
Keanekaragaman Hayati 2021
We’re part of the Solution!!
Sejak tahun 2000, pada tanggal 22 Mei setiap tahunnya
diperingati secara internasional sebagai Biological
Diversity Day. Di Indonesia terdapat 25.000 jenis flora dan lebih dari
220.000 fauna, semakin hari keanekaragaman
hayati didunia terus mengalami penurunan yang signifikan. Padahal selama ini
manfaat yang kita rasakan akan keberagaman hayati telah menjadi hal lumrah, baik
dalam skala mikro maupun makro. Berbagai badan dunia terus mengupayakan pelestarian, secara garis besar
ada beberapa teknik konservasi yang dilakukan untuk mencegah erosi
keanekaragaman hayati
yaitu:
1. 1. Konservasi
insitu adalah konservasi yang menerapkan bata-batas kawasan konservasi yang
akan melindungi floa dan fauna dari aktivitas manusia yang merusak.
2 2. Intersitu
adalah konservasi yang dilakukan di suatua area asli, tetapi diluar teotori
kawasan konservasi.
3. 3. Extractive
reserve merupakan kawasan konservasi yang memperbolehkan pengambilan sumberdaya
dalam jumlah yang tidak merusak daya dukung.
4. 4. Agroekosistem
adalah kawasan yang dikelola dengan semi intensif yang berorientasi pada produksi dengan ketergantungan yang cukup tinggi terhadap input energi dan
materi dari luar.
5. 5. Konservasi
exsitu merupakan konservasi yang dilakukan diluar habitat asli seperti
aquarium, kebun
binatang dan botanical garden.
Namun tidak
dapat dipungkiri turunnya
keanekaragaman hayati
merupakan akibat dari intervensi kegiatan manusia yang disebabkan:
1.
Pertumbuhan Populasi Manusia
2.
Kemiskinan
3.
Kesalahan Presepsi
4.
Transisi budaya
5.
Implementasi Kebijakan dan Ekonomi
Hal ini
memiliki dampak yang sangat merugikan bagi biodiversity antara lain:
1.
Hilangnya habitat flora fauna
2.
Fragmentasi habitat
3.
Ekxploitasi berlebihan
4.
Introduksi jenis-jenis eksotis
5.
Pencemaran Lingkungan
6.
Perubahan Iklim
Dengan memperingati hari
keberagaman hayati, kita akan semakin sadar akan pentingnya keseimbangan
ekosistem. Manfaat yang akan diperoleh bukan hanya untuk hari ini tetapi untuk
keberlangsungan umat manusia kedepannya.

Komentar
Posting Komentar